I just wanna share, a story of mine.. ;)
Sore ini saya beli beberapa buku buat selama liburan—well seharusnya persiapan skripsi. Sekedar liat-liat ga berminat untuk beli. Sampai akhirnya ngeliat sinopsis dari suatu buku. Penulis ini terkenal punya ‘kelebihan’ yang jarang dipunyain orang lain. Berkomunikasi dengan ‘mereka’, ‘mereka’ yang ditakuti, ‘mereka’ yang dibilang oleh orang tua ke anaknya bahwa ‘mereka’ tidak ada. ‘Mereka’ yang cukup familiar untuk saya dan beberapa orang dikeluarga saya lainnya.
Sampai sekarang, saya ga tau nyebut ini gifted or cursed. Gak semua orang diberi kelebihan kaya gini, tapi kalau disebut kelebihan saya belum tau apa manfaat dari hal ini. Thank God, sampai saat ini saya ga pernah –dan semoga ga akan pernah- ketamu langsung dengan ‘mereka’. Gak kaya saudara-saudara yang lain atau kakak atau tante dan om saya yang bisa lihat dan berkomunikasi lancar sama ‘mereka’, sekedar ngerasain keberadaan ‘mereka’ aja udah cukup sukses bikin takut dan ga berani ketempat gelap atau sunyi sendirian.
Suatu hari, emm malam tepatnya, saya main ke rumah tante saya yang tingkatnya udah tingkat dewa-dewi jagonya. Disana tiba-tiba saya disuruh meditasi. Duduk sila, badan tegap, tangan diatas lutut—persis yoga. Saya membaca beberapa kali surat2, berhitung dan membayangkan menuruni tujuh anak tangga, ditangga terkahir saya duduk dan nunggu beberapa saat, dan wussssssshhhhhh..
Entah itu kenapa dan gimana. Disaat meditasi itu saya melihat pohon lari-lari kaya di tol naik travel kecepatan tinggi. Tapi saya ga melihat suasana dalam mobil. Melihat jelas pohon-pohon disamping saya, bukit-bukit, cukup lama beberapa menit, sampai akhirnya pohon-pohon semakin jarang, terlihat saya keluar menuruni bukit, dan ada masjid besar, indah. Masjid yang ada dipajangan rumah-rumah umat Muslim, masjid tempat tujuan semua Muslim di dunia.
Dan setelah selesai, tante saya nanya beberapa pertanyaan: apa yang saya liat, apa yang terjadi. Dan tante saya mengiyakan yang tadi saya laporkan, “iya, tadi tante juga liat kok sebelah kamu pohon-pohon”. Hah, gimana caranya ngeliat imajinasi orang lain… dan ternyata “Ica, tadi ga naik mobilkan ‘disana’? Mungkin ga lari secepet itu?” tanya si tante. “Oh iya ya, terus….. maksudnya aku ter..bang?”
Si tante ketawa-tawa ramah “Tadi, Ica diajak terbang. Kira-kira sama siapa coba kalo bisa sampe ke Mekah?”
Dan ketika liat kakak saya yang terus mencoba meditasi ga bisa-bisa menemukan tangga-tangga itu, baru sadar ga semua orang punya kesempatan. I am so blessed.
Pulang dari rumah tante kira-kira udah tengah malam. sepanjang jalan entah kenapa ga berani natap ke jalan. dari seluruh sisi, kanan, kiri, depan, belakang berasa semua lagi pada ngeliatin. padahal jalanan kosong. sepanjang jalan cuma bisa nunduk. di jalan ga jauh dari rumah, saya beraniin diri ngeliat kejalan. Jalan nya cuma lurus, mentok, dan belok kanan. diujung jalan ada satu lampu jalan. ga tau kenapa ga berani ngeliat tapi saya paksa. pas diujung jalan, pas banget baru belok ke kanan, TEPPP. lampu jalan diujung jalan itu mati, dan lampu jalan lain dan lampu rumah disekitarnya tetep nyala…. meditasi malam itu entah sugesti atau ngga, ternyata bikin makin ‘peka’… Welcome to the new world, i said to my self.
Maybe it’s much too early in the game
Oh, but I thought I’d ask you just the same
What are you doing New Year’s
New Year’s eve?
Who’s gonna be the one to hold you tight
When it’s exactly twelve o’clock at night
Welcoming in the New Year
New Year’s eve
Maybe I’m crazy to suppose
I’d ever be the one you chose
Out of a thousand invitations
You’d receive
Ooh, but in case I stand one little chance
Here comes the jackpot question in advance
What are you doing New Year’s
New Year’s Eve?
What are you doing New Year’s
New Year’s?
“I have known Joe Gordon-Levitt for going on 12 years. We first met in the summer of 2000 while doing a tiny movie called Manic, where we bonded over a mutual appreciation for Harry Nilsson and Nina Simone and I have been lucky enough to call him one of my dearest friends ever since. When we did 500 Days of Summer 8 years later, we spent every lunch hour dancing to Marvin Gaye in the hair and make up trailer; we had loads of fun. I hope to do a thousand more movies with him because he’s simply the best.”
awww.
(Source: emilysdeschanel, via lovestruckteenager)

I didn’t get what I want
but I’ve got more than I need
when petrichor exist,
simply close my own eyes
escape the reality
dream and imagine
things that i want
the one who i want to be with.
cheerful and happiness
in my own world,
little-pretty space, Wonderland.
my sweet Boonie just tagged this picture tnyt.
oh i really miss everything about summer. :”)
and luckily my dearest Nastya will come this March. ffwd button.